Siang itu dia bersiap-siap dengan setengah hati. Baginya tidur siang di hari minggu lebih menggoda daripada harus menghadiri sebuah pesta.
Saat itu dia memang tidak dihadapkan pada sebuah pilihan melainkan sebuah keharusan. Dia terpaksa menghadiri sebuah pesta pernikahan anak dari rekan kerja sang ayah karena beliau berhalangan hadir, sedangkan sang ibu tidak mau jika tidak ditemani. Jadi terpaksalah dia menggantikan sang ayah.
TERJEBAK begitulah kata yang tepat mewakilinya
Bayangkan saja dia harus berada ditengah kerumunan orang-orang yang tidak dikenalnya sama sekali. Jangankan tamu-tamu yang hadir, pengantinnya pun dia tidak kenal. Belum lagi ketika dia harus berkeliling mengikuti ibunya untuk menyapa tamu yang sekiranya beliau kenal.
Sambil membawa segelas kecil minuman bersoda dia pun mulai pasang aksi sok ramah alias tertawa sana sini dan seperti biasa juga dia harus menghadapi pertanyaan yg membuatnya malas.
"waduh..anaknya udah perawan, kapan mau nikah..?bentar lg dong ya ?",tanya seorang ibu sambil menyuapkan sepotong kue ke mulutnya.
Dia cuma bisa tersenyum - lebih tepatnya hanya tersenyum karena enggan menjawab. Justru ibunya dia yg menjawab,"belum mau nih bu,maunya malah sekolah lagi."
"haduh nanti keasyikan sekolah sama ngejar karir malah gak nikah-nikah loh..cowoknya nanti pada lari.."
Lagi-lagi dia mencoba tersenyum meskipun dalam hati merutuk kesal, berharap waktu segera membawanya pergi dari pesta itu, "aaaarghh..! Ini pesta pernikahan atau pesta cocktail sih..?!"
Selasa, 2009 Juli 14
Di sebuah pesta
Kamis, 2009 Juli 09
Perempuan yg terluka
Perempuan itu terlihat begitu hebat sekaligus rapuh diakibatkan oleh keegoisan lelaki yg tak bisa bermonogami perempuan itu sangat ingin melepaskan diri darinya tapi si lelaki yg begitu rakusnya tidak akan dan tidak mau melepaskannya
Apalah yg bisa aku lakukan..? Aku hanyalah pihak luar yang hanya bisa memberikan telingaku dan tanganku untuk sang perempuan seandainya saja bisa ingin rasanya aku meninju wajah si rakus itu dan berteriak,"hei bung..! Apa susahnya sih memilih dan bertahan pada 1 jiwa...?!"
***
Minggu, 2009 Mei 17
love you n love my family
finally....aku bisa tersenyum kembali bahkan tertawa....
dia berhasil meyakinkanku bahwa dia masih menginginkanku di sampingnya....dan aku juga sepertinya masih belum siap mengakhirinya hehehehehe...
dan kemaren aku tertawa senang karena bisa ketemu sama nyak babe...kita janjian jalan2 bareng sama adekku juga hehehehehe...senang rasanya bisa kumpul kayak gini....kebahagiaan dalam perayaan pernikahan perak ini benar2 terasa. Abis makan bersama sambil bercerita satu sama lain kita pergi ke gramedia hehehe...rutinitas keluarga hunting buku...abis dari gramedia tiba-tiba si mak nyeletuk pengen photo2 buat kenang-kenangan hari itu. Awalnya adekku bersikeras gak mau ikut soalnya kondisinya masih pake seragam hihihi...biasa hasil culikan dari sekolahnya makanya pake seragam, bukan indut namanya kalo gak gampang dibujuk jadilah kami photo2 buat mengabadikan hari itu....
udahan ah,
