Rss Feed

Stuck dan pamit

Stuck, hal yang paling saya tidak suka dalam hidup saya. Entah kenapa saya menjadi tidak produktif, bahkan saya hampir lupa saya punya 2 rumah di sini. 2 rumah yang dua minggu kemaren biasanya saya kunjungi setiap hari, setidaknya sebelum saya berangkat tidur. Rumah yang saya maksud ya di sini.

Minggu2 kemaren memang saya terlalu harus difokuskan sama kerjaan kampus, tugas penelitian dan proposal yang harus di kumpul pada saat ujian plus ujian juga tentu saja. Saking sok sibuknya sampai lupa berceloteh di sini dan d rumah satunya lagi. hahaha....

Dan kali ini pun saya mau pamit lagi sekitar 2 minggu. 2 minggu ke depan saya mau pulang ke tempat kelahiran saya. Ya ! Libur telah tiba.Yattaaa...saya memutuskan pulang dan maret baru akan memulai hidup saya kembali sebagai mahasiswa di semester baru, jika Tuhan mengijinkan :)(dan semoga saja nilai saya tidak ada yang hancur kemaren).

jadi teman-teman dan saudaraku sekalian, saya pamit pulang dulu ya. Semoga sekembalinya saya dari sana, saya sudah tidak merasa stuck lagi. Saya mau menjalani peran saya sebagai anak sepenuhnya di rumah, mempraktekkan yang namanya family support hahaha....

Regards,
Saya pamit, tapi untuk kembali haha....

Siapa itu ?

Wajah siapa itu yang terpantul di cermin ? serasa tidak mengenalinya. So pathetic. Hei, Kamu sudahlah tidur saja. Esok itu memang misteri kan ?. Dia melotot tajam ke arah cermin berusaha mengingatkan wajah itu.

Huh, baiklah. Wajah itu menimpalinya sambil berlalu dan menjauhi cermin. Berjalan dan menjatuhkan diri di tempat tidurnya. Terlentang, merentangkan tangan dan menatap langit-langit kamarnya. Berharap menemukan jawaban yang ia cari. Apapun yang menyangkut dirinya.

Dia menyadari bahwa akhir-akhir ini lebih sering menunduk dibanding mengangkat wajahnya dan tertawa lebar. Sulit sekali untuk itu. Jangan-jangan kerapuhannya sudah mulai bergerak ke permukaan, akan mengapung dan nyaris terlihat. Tidak ! dia harus kuat. Harus. Kerapuhan itu harus mulai ia tenggelamkan kembali. Harus mulai diberi pemberat dengan nama "kasih", "sabar", "syukur", "ikhlas", "optimis", "pasrah" dan nama-nama positif lain yang siap menenggelamkan rapuh itu.

Pweeh....dia menarik nafas panjang, masih terlihat dengan posisi yang belum berubah. Masih terlentang dan merentangkan tangannya di atas tempat tidur. Menatap langit-langit kamarnya dan masih dengan pertanyaan yang sama.

Jawaban masih belum ia dapat. Membuatnya memejamkan mata. Seketika berdoa lalu tertidur.



Regards,
Sebuah catatan kecil dari tangan anak Indonesia yang tiba-tiba ingin bergerak liar. Setidaknya membuatnya merasa lebih baik setelah menulis.


Missing The Hugs

Betapa pelukan yang kudapatkan pagi itu benar2 berbeda. Pelukan yang mencoba menguatkanku atas apa yang terjadi. Bukannya menjadi kuat justru aku malah semakin terlihat lemah, tenggelam di dalamnya dan menangis. Payah.

Aku mendengar ucapan permintaan maaf. Ya Tuhan, justru aku yg harusnya minta maaf karena belum bisa memberikan apa-apa. Sungguh besar apa yg sudah kudapatkan.
Bahkan di saat seperti ini pun aku masih didorongnya untuk terus mengejar mimpiku. Berjuang disini dengan cara yg berbeda.

Malam ini pun pelukan itu terasa begitu nyata. Begitu hangat. Begitu menguatkan. Karena aku memang harus kuat. Agar aku tidak menyerah.


Ya Tuhan, sungguh rinduku pada tangan yg memelukku itu. Tangan yg memberiku kasih tiada batas. Pelukan itu ingin sekali kudapatkan kembali. Ku mohon jagalah, lindungi, dan selamatkanlah pemilik tangan itu dari orang-orang yg ingin menyakitinya ya Rabb...



********
5 bulan yang lalu catatan itu dibuat.
Saat dia merasa tidak berdaya dan lemah.
Tidak tau apa yang harus dilakukannya.

Sekarang, anak Indonesia ini merasakannya kembali.
Terpedaya oleh perasaan tak menentu.
Satu yang pasti, dia rindu pelukan ayahnya.
Yeah, dia memang manja sekali dengan ayahnya.

Kali ini perasaan yang merasa bahwa dia tidak beruntung itu lagi-lagi mengganggunya.
Membuatnya ingin marah.

Dia tau, berpikir seperti itu tidak boleh.
Harus optimis.
Harus banyak bersyukur.
Harus.

Dear GOD, please save my beloved Daddy



Maaf jika tidak membawa postingan keceriaan hari ini,

monthly

Mudah bosan.

Mudah marah.

Mudah cemberut.

Gak mau dipegang *poor mr.moody*.

Suka melotot.

Galak.

Mudah mewek.

Males ngomong.

Males ngapa-ngapain.

Letoy a.k.a lunglay.

Nongol jerawat di jidat *great!*

Ups...tampak kerutan di dahi *siaga 1*

Kok manyun ini bibir ?? *sambil ngaca*


yeah...poem yang jelek.

dan yeah...thank's for PMS



PS : karena lagi suntuk malam ini nonton ini ah... *lumayan buat terapi ketawa*

entering (+award)

Yattaaa....saya punya rumah baru. Mulai hari ini saya resmi masuk dan diterima di rumah ini. Senangnya. Semuanya akan terasa lebih dekat. Rahasia-rahasia kecil yang selama ini tersimpan rapat mungkin akan terlihat di sana. Dan semua memang wajib berbagi rahasia. Namanya juga satu rumah. Lets share it together for togetherness.

Hahahahaha...it's gonna be fun !
http://www.emocutez.com


*Beranjak ke dapur, ngambil mug, bikin kopi panas dan bergegas ke ruang tengah bersama mereka* Who's next ?? hahaha....


Update :
Lupaaaa....beberapa hari yang lalu kayaknya saya dapet beberapa award dari tetangga sebelah. Yang pertama duluuuuuu....kayaknya udah lama juga ada rombongan kado dari Mb IRNI :

Teruuuss....saya juga dapet kado tahun baru dari Pohon, tetangga sebelah juga *lirik-lirik* :

Hohohohoho....makasih yaaa...kado-kadonya, dan semua kado ini juga aku kasih buat semuaaaaa temen juga tetangga yang suka maen-maen ke sini. Pulangnya jangan lupa di bawa ya kadonya... :))