Aaaaaaghh...! Entah kenapa dunia perpolitikan selalu bikin aku muak bahkan mual. Dan jangan harap aku mau terlibat di dalamnya. Sudah cukup buat aku hanya sebagai pengamat saja. Melihat beliau yang berjuang mati-matian demi sebuah prinsip. Aku memang tidak bisa melarangnya, karena itu dunianya, tempatnya tumbuh besar.
Hanya saja cara mereka yang kusesali. Mereka yang melabeli beliau sebagai lawan. Hanya karena kita tidak sependapat, tidak sepaham, dan tidak menganggukkan kepala kita kepada penguasa. Kita akan ditendang jauh-jauh. Apapun dan bagaimanapun caranya, asal jalan kita tidak menghalangi jalan mereka yang bersembunyi dibalik kekuasaan. Bah...!. Jika sudah begitu, perut ini semakin mual melihatnya.
Hati ini hancur melihat beliau yang tersakiti. Tawa itu sudah lama tak terlihat di wajahnya. Beliau terlalu hebat untuk dihancurkan..! hei, kalian dengar yang mengaku penguasa..?! Coba saja...!
Beliau masih punya Tuhan yang Maha Kuasa yang mampu melindunginya jauh di atas kalian. Karena kami percaya Allah tidak akan menguji diluar batas kemampuan hambanya.
Ya Allah, lindungilah beliau yang sangat kami kasihi dan selamatkan beliau...amien...! Ya Rabb....!
***
Entah ini udah jadi malam yg keberapa aku selalu sendirian dikos. Semuanya pada minggat, mulai dari yg kerja praktek di Jakarta, Kkn, pulang kampung dalam waktu yg tidak ditentukan, sampai kawin lari ! (Hehe..yg terakhir berlebihan deng ). Lebih tepatnya lari karna nunggak listrik berbulan2 dan terancap jd buronan wkwkwkwkwk... yah...nasibmu kawan.
Pokoknya intinya aku sendirian. Si itenk kucingku yg jelek itupun ikut-ikutan ngilang nyari korban buat dikawin.
Kos2an si belok' juga makin jaoh aje.
Makanya neh beberapa hari ke depan lagi mo gencar2nya nyari hunian baru. Kalau perlu yang agak ramai (jangan seramai pasar aja seh masih sanggup..! ^^)
Prepare buat nyari suasana barulah pokoknya. Fighting...!new season has come...! (Jiaaah..berlebihan! Pindah aja belon lu jenk!)
X.o.x.o.
Me-oooow ^0^`
Sehari-harianku emang biasa aja dan membosankan, gak ada yang spektakuler, gak ada yg aneh (selain aku sendiri yg aneh hahaha...). Makanya mau cuap-cuap di blog pun bingung apa yg mau dicuapin disini. Bosan. Bosan. Bosan. (Andapun pasti bosan baca tulisan ini..hahaha...). Silahkan lanjut kalo emg mau terus baca tulisan ini asal jangan ditambahi KAN aja nanti jd kampanye hahaha...udh gk musim plus disini bukan t4 tim sukses kampanye. Okeh stop it..omonganku dah ngawur.
Baiklah sesegera mungkin menciptakan season baru mudah2an. Dan agustus ini aku berencana memulai debutku sbg pelajar magister profesi psikologi (smoga otak saia sanggup hahaha...) Being a psychologist i wish a.k.a psikolog (tak waras =D). Sambil nyari kerja dan berharap bisa menciptakan kerja (day dreaming again =D). Tuh kan omonganku nglantur lagi dan semakin divergen.
Gak fokus hahaha...sudahlah sekian dulu cuap2ku yg terlalu biasa ini, ya biasa aja...
Yup it's me, just ordinary girl (not yet woman wkwkwk...) with extraordinary dream...hahaha..i'm a cancer of coz i'm a dreamer (kata madam sahara seh... =D) X.o.xo
Me-oooow ^0^`
Siang itu dia bersiap-siap dengan setengah hati. Baginya tidur siang di hari minggu lebih menggoda daripada harus menghadiri sebuah pesta.
Saat itu dia memang tidak dihadapkan pada sebuah pilihan melainkan sebuah keharusan. Dia terpaksa menghadiri sebuah pesta pernikahan anak dari rekan kerja sang ayah karena beliau berhalangan hadir, sedangkan sang ibu tidak mau jika tidak ditemani. Jadi terpaksalah dia menggantikan sang ayah.
TERJEBAK begitulah kata yang tepat mewakilinya
Bayangkan saja dia harus berada ditengah kerumunan orang-orang yang tidak dikenalnya sama sekali. Jangankan tamu-tamu yang hadir, pengantinnya pun dia tidak kenal. Belum lagi ketika dia harus berkeliling mengikuti ibunya untuk menyapa tamu yang sekiranya beliau kenal.
Sambil membawa segelas kecil minuman bersoda dia pun mulai pasang aksi sok ramah alias tertawa sana sini dan seperti biasa juga dia harus menghadapi pertanyaan yg membuatnya malas.
"waduh..anaknya udah perawan, kapan mau nikah..?bentar lg dong ya ?",tanya seorang ibu sambil menyuapkan sepotong kue ke mulutnya.
Dia cuma bisa tersenyum - lebih tepatnya hanya tersenyum karena enggan menjawab. Justru ibunya dia yg menjawab,"belum mau nih bu,maunya malah sekolah lagi."
"haduh nanti keasyikan sekolah sama ngejar karir malah gak nikah-nikah loh..cowoknya nanti pada lari.."
Lagi-lagi dia mencoba tersenyum meskipun dalam hati merutuk kesal, berharap waktu segera membawanya pergi dari pesta itu, "aaaarghh..! Ini pesta pernikahan atau pesta cocktail sih..?!"
Perempuan itu terlihat begitu hebat sekaligus rapuh diakibatkan oleh keegoisan lelaki yg tak bisa bermonogami perempuan itu sangat ingin melepaskan diri darinya tapi si lelaki yg begitu rakusnya tidak akan dan tidak mau melepaskannya
Apalah yg bisa aku lakukan..? Aku hanyalah pihak luar yang hanya bisa memberikan telingaku dan tanganku untuk sang perempuan seandainya saja bisa ingin rasanya aku meninju wajah si rakus itu dan berteriak,"hei bung..! Apa susahnya sih memilih dan bertahan pada 1 jiwa...?!"
***



